Baitul Maal wat Tamwil

 

BAITUL MAAL WAT TAMWIL

Baitul Maal wat Tamwil ( BMT ) adalah lembaga gabungan antara baitul maal ( lembaga pengumpul dan penyalur dana-dana sosial berupa dana titipan zakat, infaq dan shodaqoh, serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan syariat dan amanahnya ).

Dan bait at tamwil ( unit yang melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonomi. )


Baitul Maal         Baitul Tamwil


Dari pengertian di atas, secara kontekstual Baitul Maal wa Tamwil (BMT) berusaha memadukan dua macam kegiatan sekaligus yang berbeda-beda sifatnya yaitu laba dan nirlaba dalam suatu lembaga. Kegiatan sosial sebagai kegiatan penunjang (Baitul Maal) dan kegiatan bisnis sebagai kegiatan utama (Baitul Tamwil).
Baitul Maal wat Tamwil
Sebagai lembaga sosial (Baitul Maal), BMT berfungsi menghimpun dana-dana sosial yang bersumber dari zakat, infak dan shadaqah atau sumber lain yang halal kemudian didistribusikan kepada mustahiq
(yang berhak) dan bersifat nirlaba.
Baitul Maal
Sementara sebagai lembaga bisnis (Baitul Tamwil) dalam keuangan Islam BMT berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana (intermediasi) yang bersifat profit motif.
Penghimpunan dana diperoleh melalui simpanan pihak ketiga (anggota BMT) melalui simpanan berbentuk tabungan wadiah dan mudharabah dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan atau investasi, dengan prinsip :
  • jual beli (murabahah, salam dan istishna),
  • bagi hasil (mudharabah dan musyarakah),
  • sewa-menyewa (ijarah dan ijarah muntahia bitamlik) dan
  • pembiayaan (qardh)

yang dijalankan berdasarkan prinsip syari’ah.

Baitul Tamwil

 

Tiga Dimensi Baitul Maal wat Tamwil (BMT)

  • Dimensi Dakwah

Dari dimensi dakwah, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dapat menjadi alat untuk dakwah, antara lain :

memakmurkan masjid dengan mengajak nasabah BMT untuk ikut sholat berjamaah di masjid.

mengajak jamaah secara ikhlas mengeluarkan zakat, infaq, sedekah sesuai kemampuan.

mengamalkan ajaran al-Quran tentang prinsip tolong menolong, mendidik orang Islam agar bekerja dengan manajemen yang baik, penuh kejujuran dan bisa dipercaya.

  • Dimensi Ekonomi

Dari dimensi ekonomi, cukup banyak manfaat yang dapat diperoleh dari Baitul Maal wa Tamwil (BMT), antara lain :

memberantas kemiskinan, dengan cara membantu kemajuan ekonomi mikro dan kecil.

menciptakan lapangan kerja baru.

merubah mustahik menjadi muzaki.

menjauhkan umat muslim dari praktek rentenir.

  • Dimensi Sosial

Dari dimensi Sosial, tentunya dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) diharapkan dapat terjadi antara lain hal-hal berikut:

terciptanya kondisi sosial yang kondusif di masyarakat, karena terjadi kerjasama saling membantu antara agniya sebagai shahibul maal (orang yang mempuyai harta yang berlebihan) dengan dua’fa (orang yang kekurangan harta) sebagai mudharib (pengguna dana).

 

tulisan ini dibuat sebagai usulan konsep pendirian BMT di Masjid Baitussalam,
perumahan kalibaru permai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

%d bloggers like this: